KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat
Tuhan Yang Maha Esa, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah mengenai “
Tanggung Jawab Orang Tua Bagi Keluarga ”
Dalam penyusunan makalah ini, tidak
sedikit hambatan yang kami hadapi. Namun, kami menyadari bahwa kelancaran dalam
penyusunan makalah ini tidak lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan dari
dosen dan teman-teman sekalian.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan
menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi kami
sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Apabila banyak kekurangan dari
makalah ini harap dimaklumi, karena kami masih dalam tahap pembelajaran.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
. Keluarga merupakan anugerah yang di
berikan oleh allah terhadap kita. Dan oleh sebab itu, kita di berikan tanggung
jawab terhadap keluarga terutama dalam hal pendidikan. Hal itu terbukti dengan
adanya banyak hadits dan ayat al-Qur’an yang menunjukkan tentang pendidikan.
Pendidikan Islam merupakan pendidikan yang bersumber dari al-Qur’an dan
al-Hadits sebagai sumber utama agama Islam.
Pendidikan Islam merupakan
pendidikan yang digunakan untuk membina manusia dari kecil sampai mati. Karena
pendidikan Islam merupakan pendidikan seumur hidup, maka perlu dibedakan antara
pendidikan orang dewasa dan pendidikan anak-anak. Pendidikan Islam merupakan
pendidikan yang memperhatikan perkembangan jiwa anak. Oleh karena itu, Akhyak
mengatakan dalam bukunya, pendidikan yang tidak berorientasi pada perkembangan
kejiwaan akan mendapatkan hasil yang tidak maksimal, bahkan bisa membawa kepada
kefatalan anak, karena anak tumbuh dan berkembang sesuai dengan irama dan ritme
perkembangan kejiwaan anak. Masing-masing periode perkembangan anak memiliki
tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi anak secara baik tanpa ada
hambatan.
Statemen di atas, mengisyaratkan
bahwa sebenarnya orang tua mempunyai tanggung jawab yang sangat besar terhadap keluarga,
yaitu terhasap pendidikan anaknya. Dan keluarga yang merupakan lembaga
pendidikan yang pertama dan utama tersebut, wajib memberikan pendidikan agama
Islam dan menjaga anaknya dari api neraka. Maka dari itu, penulis akan
menguraikan lebih lengkap mengenai tanggung jawab orang tua terhadap pendidikan
anaknya yang ditinjau dari al-Qur’an dan hadits dalam tulisan berikut ini.
B. Rumusan
Masalah
1. Apa dalil Al-
Qur’an&Hadist mengenai tanggung jawab orang tua terhadap keluarga ?
2. Bagaimanakah
ajaran Rasulullah tentang tanggung jawab orang tua bagi keluarganya ?
3. Apakah
kewajiban bagi semua anggota keluarga ?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri
atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu
tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan
B. Peranan
Ayah sebagai suami dari istri dan anak-anak, berperan sebagai pencari
nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari
kelompok sosialnya serta sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai
anggota masyarakat dari lingkungannya. Sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya,
ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan
pendidik anak-anaknya, pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan
sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya, disamping itu
juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam
keluarganya.Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai dengan tingkat
perkembangannya baik fisik, mental, sosial, dan spiritual.
C. Tugas
Pada dasarnya tugas keluarga ada delapan tugas pokok sebagai
berikut:
- Pemeliharaan
fisik keluarga dan para anggotanya.
- Pemeliharaan
sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga.
- Pembagian
tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan kedudukannya masing-masing.
- Sosialisasi antar anggota keluarga.
- Pengaturan
jumlah anggota keluarga.
- Pemeliharaan
ketertiban anggota keluarga.
- Penempatan
anggota-anggota keluarga dalam masyarakat yang lebih luas.
- Membangkitkan
dorongan dan semangat para anggotanya.
D. Fungsi
Fungsi yang dijalankan keluarga adalah:
- Fungsi
Pendidikan dilihat dari bagaimana keluarga mendidik dan
menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak.
- Fungsi
Sosialisasi anak dilihat dari bagaimana keluarga mempersiapkan anak
menjadi anggota masyarakat yang baik
- Fungsi
Perlindungan dilihat dari bagaimana keluarga melindungi anak sehingga
anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
- Fungsi
Perasaan dilihat dari bagaimana keluarga secara instuitif merasakan perasaan
dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan
berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian
satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga
- Fungsi
Agama dilihat dari bagaimana keluarga memperkenalkan dan
mengajak anak dan anggota keluarga lain melalui kepala keluarga menanamkan
keyakinan yang mengatur kehidupan kini dan kehidupan lain setelah dunia
- Fungsi
Ekonomi dilihat dari bagaimana kepala keluarga mencari
penghasilan, mengatur penghasilan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi
rkebutuhan-kebutuhan keluarga.
- Fungsi
Rekreatif dilihat dari bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan
dalam keluarga, seperti acara nonton TV bersama, bercerita tentang
pengalaman masing-masing, dan lainnya
- Fungsi
Biologis dilihat dari bagaimana keluarga meneruskan keturunan sebagai
generasi selanjutnya.
- Memberikan
kasih sayang, perhatian, dan rasa aman di antara keluarga, serta membina
pendewasaan kepribadian anggota keluarga.
E. . Ayat-Ayat Tentang Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Pendidikan di
dalam keluarga
Al-Qur’an tidak secara langsung
mengemukakan tentang tanggung jawab orang tua terhadap keluarganya, yaitu dalam
hal pendidikan, namun perintah atau statemen tersebut tersirat dalam beberapa
ayat yang mengisyaratkan tentang hal itu. Berikut ini ayat yang menunjukkan
tanggung jawab orang tua terhadap pendidikan:
Q.S.al-Tahrim/66:6
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ
وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا
أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ (6)
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah
dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan
batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak
mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu
mengerjakan apa yang diperintahkan.
Qurtubi
الأولى : قوله تعالى : { يابني أَقِمِ الصلاة } وصّى
ابنه بعُظْم الطاعات وهي الصلاة والأمر بالمعروف والنهي عن المنكر . وهذا إنما
يريد به بعد أن يمتثل ذلك هو في نفسه ويزدجر عن المنكر
Maksud tafsir di atas adalah hendaklah orang tua
menasehati anaknya agar taat kepada allah dengan menjalankan shalat serta amar
ma’ruf nahi munkar.
F.
Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Pendidikan di dalam keluarga
Banyak hadits yang mengisyaratkan
tentang tanggung jawab terhadap kelurga, yaitu dalam pendidikan anaknya,
walaupun tidak secara langsung. Hadits tersebut dapat berupa hadits tentang
pengajaran orang tua kepada anaknya tentang tauhid, tentang shalat dan lain
sebagainya.
Anak dalam perkembangannya selalu
terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya. Maka dari itu, orang tua harus mampu
memfilter segala hal yang dapat berpengaruh buruk kepada diri anak. Namun
jangan sekali-kali orang tua melarang anaknya untuk bermain dengan
teman-temannya, karena larangan itu akan membuat anak menjadi tidak pandai
bergaul dan akan berdampak buruk dalam perkembangan berikutnya. Namun
hendaknya orang tua mengarahkan agar anaknya bergaul dengan teman-teman yang
mempunyai akhlak yang baik.
Keluarga merupakan institusi yang
pertama kali bagi anak dalam mendapatkan pendidikan dari orang tuanya. Hal itu
tercermin dari sikap dan perilaku orang tua sebagai teladan yang dapat dicontoh
oleh anak.
Dengan demikian, keluarga mempunyai kewajiban sebagai
berikut:
- Memberi contoh kepada anak dalam berakhlak mulia.
- Menyediakan kesempatan kepada anak untuk
mempraktikkan akhlak mulia.
- Memberi tanggung jawab sesuai dengan perkembangan
anak
- Mengawasi dan mengarahkan anak agar selektivitas
dalam bergaul.
- Orang
tua juga harus mampu menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya.
- Orang tua dilarang memerintahkan pada anak
tentang hal-hal yang dilarang agama.
BAB III
KESIMPULAN
Keluarga merupakan institusi yang
pertama kali bagi anak dalam mendapatkan pendidikan dari orang tuanya. Jadi
keluarga mempunyai peran dalam pembentukan akhlak anak, oleh karena itu
keluarga harus memberikan pendidikan atau mengajar anak tentang akhlak mulia
atau baik. Disamping itu, dalam melakukan pendidikan akhlak kepada anaknya,
orang tua hendaknya menggunakan metode pembiasaan. Maksudnya anak dilatih untuk
berakhlak yang baik dan bertingkah laku yang sopan kepada orang tua.
DAFTAR
PUSTAKA
Ashraf, Ali, Horizon Baru Pendidikan Islam, terj.
Sori Siregar, Jakarta: Pustaka Firdaus, 1996.
Suwaid, Muhammad, Tarbiyah Fi al-Atfal (Mendidik
Anak Bersama Nabi: Panduan Lengkap Pendidikan Anak Disertai Teladan Kehidupan
Para Salaf), terj. Salafuddin Abu Sayyid, Solo: Pustaka Arafah, 2006.
Mansur, Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Islam, Yogyakarta:
Pustaka Pelajar, 2007.
Maunah, Binti, “Pendidikan Anak Dalam Keluarga:
Upaya Maksimalisasi Fungsi, Peran dan Tanggung Jawab Orang Tua ” dalam Taallum
Jurnal Pendidikan Islam, vol 18, no1, juni 2008.
Dawud, Abu, Sunan Abu Dawud, juz 2, Mauqi’ul
Islam: Dalam Software Maktabah Samilah, 2005.
Rohmad, Ali, “Orang Tua Sebagai Pembina Kedisiplinan
Shalat Anak“, dalam Taallum Jurnal Pendidikan Islam, vol. 29, no.1, juni.
2006
Tidak ada komentar:
Posting Komentar