Soal
Ujian
1.
Anda pernah
membaca sebuah cerita anak, puisi anak, atau novel anak. Tuliskan judul buku
yang pernah anda baca dan terangkan isinya, serta gambarkan bagaimana anda
menjadikannya sebagai salah satu bahan pembelajaran di sekolah, sehingga
pembelajaran sastra anak menarik !
2.
Ketika anda
hendak mengajar di kelas mengenai sastra anak-anak, tentunya harus
mempersiapkan sebuah model pembelajaran sastra anak yang anda ketahui dan
bagaimana cara penerapannya !
3.
Tuliskan sebuah
karya pendek untuk anak SD. Anda bisa memilih, apakah itu berupa sebuah puisi
anak atau cerita anak !
4.
Selama
pembelajaran sastra anak berlangsung, hal apa yang terbetik dalam gagasan anda
mengenai perkembangan pengajaran sastra anak di sekolah, serta perkembangan
buku-buku sastra anak di Indonesia !
Jawaban
1. Ya pernah. Yaitu sebuah cerita anak/cerita
rakyat yang berjudul “Si Losung dan Si Pinggan”. Cerita ini berasal dari daerah
Tapanuli Utara di daerah silahan, kecamatan Lintong Ni Huta. Konon dahulu ada
dua orang bersaudara, namanya Datu Dalu dan adiknya Sangmaima. Orang tuanya
mempunyai tombak pusaka. Sesuai dengan adat. Jika orang tuanya meninggal, maka
tombak pusaka itu jatuh ke tangan anak yang tertua yaitu Datu Dalu.
Suatu ketika
Sangmamaima ingin meminjam tombak pusaka itu untuk berburu hutan. Datu Dalu pun
meminjamkan tombak itu pada adiknya dengan syarat tombak itu harus di jaga
baik-baik jangan sampai hilang. Namun, tatkala sampai di hutan dan berhasil
menemukan buruannya dan melemparkan tombaknya kepada hewan buruan tersebut.
Hewan buruan tersebut melarikan diri. Sehingga tombak tersebut terbawa oleh
hewan buruan itu.
Akhirnya, sangmaima
pulang dan melapor kepada kakaknya. Dia sudah menduga bahwa kakaknya pasti
marah besar karena mata tombaknya hilang entah kemana.lalu ia pun di minta oleh
kakaknya untuk bertanggung jawab mencari mata tombvak tersebut. Dan akhirnya ia
pun pergi ke hutan untuk mencari mata tombak tersebut. Dan akhirnya ia menemukan
lubang besar tempat hewan buruan itu menghilang. Dengan sebuah tali yang
panjang Sangmamaima dapat mencapai dasar lubang itu.
Dan ternyata, lubang
itu merupakan pintu gerbang sebuah istana bawah hutan. Di tanah itulah akhirnya
ia dapat menemukan tombaknya yang melekat di tubuh puteri raja yang sedang
sakit. Tahulah ia, bahwa hewan buruan yang ia tombak adalah jelmaan puteri
raja. Dan akhirnya ia mencoba menyembuhkan puteri raja tersebut, diam-diam
Sangmamaima pergi untuk mengembalikan mata tombak kepada kakaknya.
Datu Dalu pun sangat
gembira dengan kepulangan adiknya itu. Kegembiraan itu ia wujudkan dengan
mengadakan pesta adat secara besar-besaran. Sayangnya dalam pesta itu ia tidak
mengundang adiknya. Tindakan Datu Dalu ini membuat adiknya tersinggung.
Akhirnya, Sangmamaima pun mengadakan pesta sendiri. Dalam pesta tersebut ada
tontonan yang sangat menarik. Tontonan itu berupa seorang wanita yang di hias
dengan berbagai macam bulu burung sehingga bentuknya menyerupai seekor burung
Ernaga (biasanya berkicau sore hari).
Di rumah Datu Dalu tamu
yang datang sangat sedikit. Ia pun penasaran. Setelah di teliti, ternyata orang
lebih senang datang ke pesta adiknya karena di situ ada tontonan yang menarik.
Maka datu Dalu segera ke rumah adiknya. Ia bermaksud meminjam tontonan itu
untuk memikat tamu ke rumahnya. Sangmamaima bersedia meminjamkan dengan syarat
kakaknya harus menjaga jangan sampai burung Ernaga itu rusak atau hilang.
Namun, Sangmamaima pun
berniat jahat dan menyuruh wanita yang
menjadi Ernaga tersebut untuk mencuri emas dam melarikan diri dari pesta
kakaknya tersebut.
Akhirnya timbullah
pertikaian yang sangat sengit antara dua kakak beradik tersebut. Hingga
akhirnya, datu dalu mengambil sebuah lesung dan melemparkannya hingga jatuh di
kampung Sangmamaima. Dan ajaibnya, tempat terjatiuhnya lesung tersebut menjadi
sebuah danau. Dan danau itu di namai danau Losung. Sangmamaima pun tidak mau
kalah dengan adiknya. Ia mengambil sebuah
piring dan dia lemparkan ke arah perkampungan kakaknya itu. Dan terjadilah
sebuah danau di perkampungan kakaknya tersebut. Dan danau itu di sebut dengan
danau Si Pinggan. Itulah awal mula terjadinya danau Si Losung dan Si Pinggan.
Dari cerita tersebut,
dapat kita ceritakan kembali ke anak-anak didik kita di SD. Dengan memberikan
pesan moral terhadap anak-anak didik kita. Karena cerita di atas mengandung
pesan bahwa sebagai saudara kita tidak boleh bertikai dengan saudara kandung
kita sendiri. Dan sebagai saudara, kita tidak boleh saling menjatuhkan atau pun
rakus terhadap harta. Karena, persaudaraan itu lebih penting dari harta.
Dengan penyampaian yang
baik, maka seluruh anak-anak didik kita di SD dapat menikmati cerita tersebut.
Dan mengerti intisari dari ceritarakyat tersebut. Sehingga anak-anak didik kita
di SD senang dan gemar membaca buku-buku sastra / cerita anak.
Referensi : Kumpulan
Cerita Rakyat Nusantara.Surabaya.Greisinda Press
2. Misalnya,
ketika kita hendak mengajarkan mengenai sastra anak yang berbentuk puisi. Maka
model pembelajarannya ialah dengan terlebih
dahulu seorang guru untuk dapat mem berikan contoh mangenai membaca dan
gramatikal dalam berpuisi.Atau dengan mengajak anak-anak didik di SD
menyaksikan lomba baca puisi. Sehingga mereka dapat memahami unsure-unsur yang
di butuhkan dalam membaca puisi.Sehingga mereka dapat mengapresiasikan puisi
mereka sendiri.
Atau misalkan ketika kita hendak mengajarkan mengenai
menulis cerita anak. Maka kita perlu memberikan anak-anak didik kita buku
bacaan yang bagus dan cocok bagi anak antara lain adalah kesesuaian nya dengan
kurikulum dan aspek-aspek tertentu yang perlu di perhatikan.Meliputi;
penokohan, latar, alur, dan tema yang semuanya harus di berikan penekanan dan
di kembangkan dengan baik. Sehingga pembelajaran sastra anak tersebut
berdambaik baik dalam perkembangan diri anak-anak didik di SD.
Referensi : 54y-anaknegeri.blogspot.com
3. Contoh Puisi
anak
Bulan dan Bintang
Bulan...
Kau
sungguh indah
Karna kaulah yang
menerangi malam gelap ku
Karna kaulah yang
menemani tidurku
Cahaya mu terang
benderang
Rupamu indah dan
menawan
Tanpa mu,aku gelap dan
merasa takut
Aku ingin tidurku
selalu di temani oleh mu
Karena aku sangat membutuhkan cahayamu
Bintang...
Kau pun sangat berarti
bagiku
Karena kaulah yang
menemani bulan untuk menerangiku
Kau pun sangat indah
Kau bertaburan di
langit
Dan tak dapat aku
hitung jumlahmu
Cahayamu
berkedip-kedip
Gemerlap juga terang
Andaikan tiada bulan dan bintang
Sungguh sepi malam tidurku ini
Dan tak ada yang menemani tidurku
Terimakasih bulan, bintang
Temanilah
tidurku sepanjang malam
4. Hal yang terbetik dalam benak kita tatkala
mengajarkan mata pelajaran sastra anak ialah bagaimana mengembangkan kemampuan
anak dalam bersastra yaitu kemampuan anak untuk mampu mengapresiasikan sastra
anak secara sederhana melalui kegiatan mendengarkan dongeng, bermain peran, dan
mendeklamasikan atau melagukan puisi anak.
Kemampuan
anak dalam mengembangkan sastra anak sangat penting bagi anak tersebut. Karena,
bertujuan untuk perkembangan bahasa, pengembangan nilai keindahan, pananaman
wawasan multikultural, perkembangan intelektual, perkembangan moral dan
sebagainya.
Sehingga
anak cenderung aktif, kreatif
dan imajinatif terhadap sastra anak.
Referensi : Buku Apresiasi
Sastra Anak