Terjemahan

Kamis, 11 April 2013

Apresiasi Sastra Anak


Soal Ujian
1.      Anda pernah membaca sebuah cerita anak, puisi anak, atau novel anak. Tuliskan judul buku yang pernah anda baca dan terangkan isinya, serta gambarkan bagaimana anda menjadikannya sebagai salah satu bahan pembelajaran di sekolah, sehingga pembelajaran sastra anak menarik !
2.      Ketika anda hendak mengajar di kelas mengenai sastra anak-anak, tentunya harus mempersiapkan sebuah model pembelajaran sastra anak yang anda ketahui dan bagaimana cara penerapannya !
3.      Tuliskan sebuah karya pendek untuk anak SD. Anda bisa memilih, apakah itu berupa sebuah puisi anak atau cerita anak !
4.      Selama pembelajaran sastra anak berlangsung, hal apa yang terbetik dalam gagasan anda mengenai perkembangan pengajaran sastra anak di sekolah, serta perkembangan buku-buku sastra anak di Indonesia !














Jawaban
1.  Ya pernah. Yaitu sebuah cerita anak/cerita rakyat yang berjudul “Si Losung dan Si Pinggan”. Cerita ini berasal dari daerah Tapanuli Utara di daerah silahan, kecamatan Lintong Ni Huta. Konon dahulu ada dua orang bersaudara, namanya Datu Dalu dan adiknya Sangmaima. Orang tuanya mempunyai tombak pusaka. Sesuai dengan adat. Jika orang tuanya meninggal, maka tombak pusaka itu jatuh ke tangan anak yang tertua yaitu Datu Dalu.
Suatu ketika Sangmamaima ingin meminjam tombak pusaka itu untuk berburu hutan. Datu Dalu pun meminjamkan tombak itu pada adiknya dengan syarat tombak itu harus di jaga baik-baik jangan sampai hilang. Namun, tatkala sampai di hutan dan berhasil menemukan buruannya dan melemparkan tombaknya kepada hewan buruan tersebut. Hewan buruan tersebut melarikan diri. Sehingga tombak tersebut terbawa oleh hewan buruan itu.
Akhirnya, sangmaima pulang dan melapor kepada kakaknya. Dia sudah menduga bahwa kakaknya pasti marah besar karena mata tombaknya hilang entah kemana.lalu ia pun di minta oleh kakaknya untuk bertanggung jawab mencari mata tombvak tersebut. Dan akhirnya ia pun pergi ke hutan untuk mencari mata tombak tersebut. Dan akhirnya ia menemukan lubang besar tempat hewan buruan itu menghilang. Dengan sebuah tali yang panjang Sangmamaima dapat mencapai dasar lubang itu.
Dan ternyata, lubang itu merupakan pintu gerbang sebuah istana bawah hutan. Di tanah itulah akhirnya ia dapat menemukan tombaknya yang melekat di tubuh puteri raja yang sedang sakit. Tahulah ia, bahwa hewan buruan yang ia tombak adalah jelmaan puteri raja. Dan akhirnya ia mencoba menyembuhkan puteri raja tersebut, diam-diam Sangmamaima pergi untuk mengembalikan mata tombak kepada kakaknya.
Datu Dalu pun sangat gembira dengan kepulangan adiknya itu. Kegembiraan itu ia wujudkan dengan mengadakan pesta adat secara besar-besaran. Sayangnya dalam pesta itu ia tidak mengundang adiknya. Tindakan Datu Dalu ini membuat adiknya tersinggung. Akhirnya, Sangmamaima pun mengadakan pesta sendiri. Dalam pesta tersebut ada tontonan yang sangat menarik. Tontonan itu berupa seorang wanita yang di hias dengan berbagai macam bulu burung sehingga bentuknya menyerupai seekor burung Ernaga (biasanya berkicau sore hari).
Di rumah Datu Dalu tamu yang datang sangat sedikit. Ia pun penasaran. Setelah di teliti, ternyata orang lebih senang datang ke pesta adiknya karena di situ ada tontonan yang menarik. Maka datu Dalu segera ke rumah adiknya. Ia bermaksud meminjam tontonan itu untuk memikat tamu ke rumahnya. Sangmamaima bersedia meminjamkan dengan syarat kakaknya harus menjaga jangan sampai burung Ernaga itu rusak atau hilang.
Namun, Sangmamaima pun berniat jahat dan menyuruh wanita  yang menjadi Ernaga tersebut untuk mencuri emas dam melarikan diri dari pesta kakaknya tersebut.
Akhirnya timbullah pertikaian yang sangat sengit antara dua kakak beradik tersebut. Hingga akhirnya, datu dalu mengambil sebuah lesung dan melemparkannya hingga jatuh di kampung Sangmamaima. Dan ajaibnya, tempat terjatiuhnya lesung tersebut menjadi sebuah danau. Dan danau itu di namai danau Losung. Sangmamaima pun tidak mau kalah dengan adiknya. Ia mengambil sebuah  piring dan dia lemparkan ke arah perkampungan kakaknya itu. Dan terjadilah sebuah danau di perkampungan kakaknya tersebut. Dan danau itu di sebut dengan danau Si Pinggan. Itulah awal mula terjadinya danau Si Losung dan Si Pinggan.
Dari cerita tersebut, dapat kita ceritakan kembali ke anak-anak didik kita di SD. Dengan memberikan pesan moral terhadap anak-anak didik kita. Karena cerita di atas mengandung pesan bahwa sebagai saudara kita tidak boleh bertikai dengan saudara kandung kita sendiri. Dan sebagai saudara, kita tidak boleh saling menjatuhkan atau pun rakus terhadap harta. Karena, persaudaraan itu lebih penting dari harta.
Dengan penyampaian yang baik, maka seluruh anak-anak didik kita di SD dapat menikmati cerita tersebut. Dan mengerti intisari dari ceritarakyat tersebut. Sehingga anak-anak didik kita di SD senang dan gemar membaca buku-buku sastra / cerita anak.
Referensi : Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara.Surabaya.Greisinda Press
     
2.  Misalnya, ketika kita hendak mengajarkan mengenai sastra anak yang berbentuk puisi. Maka model pembelajarannya ialah  dengan terlebih dahulu seorang guru untuk dapat mem berikan contoh mangenai membaca dan gramatikal dalam berpuisi.Atau dengan mengajak anak-anak didik di SD menyaksikan lomba baca puisi. Sehingga mereka dapat memahami unsure-unsur yang di butuhkan dalam membaca puisi.Sehingga mereka dapat mengapresiasikan puisi mereka sendiri.
Atau misalkan ketika kita hendak mengajarkan mengenai menulis cerita anak. Maka kita perlu memberikan anak-anak didik kita buku bacaan yang bagus dan cocok bagi anak antara lain adalah kesesuaian nya dengan kurikulum dan aspek-aspek tertentu yang perlu di perhatikan.Meliputi; penokohan, latar, alur, dan tema yang semuanya harus di berikan penekanan dan di kembangkan dengan baik. Sehingga pembelajaran sastra anak tersebut berdambaik baik dalam perkembangan diri anak-anak didik di SD.

Referensi : 54y-anaknegeri.blogspot.com

       3. Contoh  Puisi anak
             Bulan dan Bintang
Bulan...       
Kau sungguh indah
Karna kaulah yang menerangi malam gelap ku
Karna kaulah yang menemani tidurku
Cahaya mu terang benderang
Rupamu indah dan menawan
Tanpa mu,aku gelap dan merasa takut
Aku ingin tidurku selalu di temani oleh mu
Karena aku sangat membutuhkan cahayamu
Bintang...    
Kau pun sangat berarti bagiku
Karena kaulah yang menemani bulan untuk menerangiku
Kau pun sangat indah
Kau bertaburan di langit
Dan tak dapat aku hitung jumlahmu
Cahayamu berkedip-kedip
Gemerlap juga terang
Andaikan tiada bulan dan bintang
Sungguh sepi malam tidurku ini
Dan tak ada yang menemani tidurku
Terimakasih bulan, bintang
Temanilah tidurku sepanjang malam

4.  Hal yang terbetik dalam benak kita tatkala mengajarkan mata pelajaran sastra anak ialah bagaimana mengembangkan kemampuan anak dalam bersastra yaitu kemampuan anak untuk mampu mengapresiasikan sastra anak secara sederhana melalui kegiatan mendengarkan dongeng, bermain peran, dan mendeklamasikan atau melagukan puisi anak.
Kemampuan anak dalam mengembangkan sastra anak sangat penting bagi anak tersebut. Karena, bertujuan untuk perkembangan bahasa, pengembangan nilai keindahan, pananaman wawasan multikultural, perkembangan intelektual, perkembangan moral dan sebagainya.
Sehingga anak cenderung aktif, kreatif dan imajinatif terhadap sastra anak.
Referensi : Buku Apresiasi Sastra Anak



































       







Tidak ada komentar:

Posting Komentar